CTL ( CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING )
Pengertian CTL
Contextual Teaching and Learning (CTL)
merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk
memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka
sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki
pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi
sendiri secara aktif pemahamannya.
Karakteristik Pembelajaran
Kontekstual (CTL)
- Kerjasama antar peserta didik dan guru (cooperative)
- Saling membantu antar peserta didik dan guru (assist)
- Belajar dengan bergairah (enjoyfull learning)
- Pembelajaran terintegrasi secara kontekstual
- Menggunakan multi media dan sumber belajar
- Cara belajar siswa aktif (student active learning)
- Sharing bersama teman (take and give)
- Siswa kritis dan guru kreatif
- Dinding kelas dan lorong kelas penuh dengan karya siswa
- Laporan siswa bukan hanya buku rapor, tetapi juga hasil karya siswa, laporan hasil pratikum, karangan siswa dan sebagainya.
Prinsip CTL
Ø Kesaling-Bergantugan
Prinsip membuat hubungan making meaning full connections,antara proses
pembelajaran dan koteks kehidupan nyata sehingga peserta didik berkeyakinan
bahwa belajar merupakan aspek yangb esensial bagi kehidupan dimasa datang .
Prinsip ini mengajak para pendidik mengenali keterkaitan mereka dengan pendidik
lainya, peserta didik, stakeholder, dan lingkungannya.
Bekerja sama membantu peserta didik belajar efektif dalam kelompok, berinteraksi dengan orang lain, mengemukakan gagasan ,mendengarkan untuk menemukan persoalan,mengumpulkan data, mengelola data, dan menentukan altenatif pemecahan masalah. Prinsipnya menyatukan pengalaman peserta didik mencapai standar akademik melalui pengidentifikasi tujuan dan memotivasi peserta didik untuk mencapainya.
Bekerja sama membantu peserta didik belajar efektif dalam kelompok, berinteraksi dengan orang lain, mengemukakan gagasan ,mendengarkan untuk menemukan persoalan,mengumpulkan data, mengelola data, dan menentukan altenatif pemecahan masalah. Prinsipnya menyatukan pengalaman peserta didik mencapai standar akademik melalui pengidentifikasi tujuan dan memotivasi peserta didik untuk mencapainya.
Ø Perbedaan
Mendorong peserta didik menghasilkan keberagaman, perbedaan dan keunikan .Terciptan nya Berpikir kritis dan kreatif dalam pengumpulan analisis dan sintesa data guna memecahkan masalah. Terciptannya peserta didik yang mengidentifikasi potensi pribadi dalam menciptakan dan mengembangkan daya belajar sehingga mengembangkan potensi secara aktif, kreatif, efektif, inofatif, dan menyenangkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Mendorong peserta didik menghasilkan keberagaman, perbedaan dan keunikan .Terciptan nya Berpikir kritis dan kreatif dalam pengumpulan analisis dan sintesa data guna memecahkan masalah. Terciptannya peserta didik yang mengidentifikasi potensi pribadi dalam menciptakan dan mengembangkan daya belajar sehingga mengembangkan potensi secara aktif, kreatif, efektif, inofatif, dan menyenangkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Ø Pengaturan
diri
Proses pembelajaran di atur di prtahankan dan disadari oleh peserta didik sendiri dalam merealisasikan potensi.peserta didik harus bertanggung jawab atas prilaku sendiri, menilai alternative, membuat pilihan, mengembangkan rencana, meganalisis informasi, menciptakan solusi dengan kritis menilai bukti.
Proses pembelajaran di atur di prtahankan dan disadari oleh peserta didik sendiri dalam merealisasikan potensi.peserta didik harus bertanggung jawab atas prilaku sendiri, menilai alternative, membuat pilihan, mengembangkan rencana, meganalisis informasi, menciptakan solusi dengan kritis menilai bukti.
Ø Penilaiam
autentik
Menantang peserta didik mengaplikasikan informasi akademis baru dan ketrampilan nya kedalam situasi konstektual secara signifikan.
Menantang peserta didik mengaplikasikan informasi akademis baru dan ketrampilan nya kedalam situasi konstektual secara signifikan.






0 komentar:
Posting Komentar